Sahabat,
Jika hidup adalah seni, maka kita harus tahu tangga nada, dan jika sudah tahu tangga nada maka harus membuat nada yang indah. Itulah perumpamanan hidup yang kita jalani selama ini. Kita hidup di dunia yang dipenuhi seni, maka sudah keharusan bagi kita menata seni hidup.
Sebuah bait syair akan nampak lebih nikmat jika diwarnai dengan nada, begitu pun hidup akan lebih terasa hidup jika diwarnai kebaikan, kelembutan, kasih sayang dan cinta. Tentu kita harus menata kehidupan kita agar bermakna bagi diri sendiri dan orang lain. Menata kehidupan tak semudah menata nada-nada, kita perlu ilmu, pengalaman dan juga inspirasi. Pengalaman spritual adalah salah satu kunci memaknai hidup, karena perjalanan spritual yang dialami diri sendiri belum tentu dialami oleh orang lain dan penuh dengan makna makna yang indah.
Sebuah kepastian bahwa sebab paling besar untuk menata seni hidup adalah keimanan kepada Allah sebagai Rabb alam semesta, Muhammad sebagai Nabi dan Islam sebagai Agamanya. Karena keimanan dijadikan pedoman hidupnya untuk menata seni hidup.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan amal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang”
QS. Maryam : 96.
Tak bisa dipungkiri lagi bahwa keimanan merupakan pokok utama bagaimana kita memaknai hidup ini lalu menata seni hidup kita.


siplah...
BalasHapusindahnya hidup jika yang saling kasih sayang ........
BalasHapussuka dan duka juga seni , seperti tangga nada
BalasHapus